sumber mediaindonesia
Pasar Santa yang terletak di bilangan Jakarta Selatan belakangan terkenal karena menggandeng para pekerja industri kreatif. Tak hanya menyajikan barang-barang retail dan makanan, di salah satu jajaran kios-kios berukuran 4x2 meter itu ternyata terselip penyedia jasa pengantar paket. Tidak menggunakan kendaraan bermotor, para pengantar paket ini memilih menggunakan sepeda.
Di tengah hiruk-pikuk kemacetan Jakarta, para pengantar paket yang tergabung dalam West Bike Messanger Service (WMS) ini berjibaku guna mengantarkan paket para pengguna jasa mereka dalam waktu kurang dari dua jam.
Pertama kali didirikan oleh dua orang pencinta sepeda Hendi Rahman dan Duenno Ludissa MBA. WMS kini telah memiliki 17 orang kurir berusia sekitar 20 tahunan yang siap mengantarkan paket menggunakan sepeda ke berbagai wilayah di Jakarta.
Berawal dari HobiSejak kecil, Hendi Rachmat (37), founder WMS, sudah akrab dengan sepeda. Kecintaannya terhadap kendaraan roda dua itu terus tumbuh hingga dewasa. Pada 2010 ia mendirikan toko sepeda bernama West Bike di kawasan Jakarta Barat yang khususnya menjual sepeda fixie yang kala itu menjadi tren di kalangan anak muda.
Sekitar 2012 tren sepeda ini mulai surut, tapi di luar negeri kultur pemain sepeda fixie tetap bertahan karena mereka menjalankan usaha jasa pengiriman menggunakan sepeda atau bike messanger. Berbekal peluang yang sama, akhirnya Hendi mulai serius menekuni bisnis WMS ini sejak Oktober 2013.
Hal ini belum ada di Jakarta. Selain itu, dilihatnya, Jakarta dengan kota-kota besar lain, seperti New York sering macet. "Nah, dengan sepeda bisa lebih efisien. Selain itu, juga bisa mengampanyekan aksi go green," ungkap Hendi Rachmat saat ditemui di basecamp WMS, Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (20/1).
WMS menyediakan dua jenis layanan jasa pengiriman paket. Pertama layanan VIP dengan tarif Rp 50 ribu. Paket akan sampai pada hari yang sama. Berikutnya adalah layanan VVIP yaitu dengan jaminan barang akan sampai dalam waktu dua jam. Layanan VVIP ini dibanderol dengan harga Rp 100 ribu.
Pihaknya tidak menghitung jarak. Yang membedakan adalah harganya dari waktu pengiriman paket. Selain itu, paket yang diterima maksimal berukuran 40 cm x 25cm x 20 cm dan beratnya tak lebih dari delapan sampai sembilan kg.
Setiap harinya, WMS mengantarkan sekitar 60 paket yang kebanyakan berisi paket makanan dan dokumen. Saat ini, mereka juga telah memiliki sekitar 15 pelanggan tetap yang mereka sebut sebagai corporate client. Kebanyakan dari mereka adalah perusahaan yang memiliki misi sama, yaitu mendukung gerakan penghijauan dan ramah lingkungan.
Dalam menjalankan bisnis ini, WMS memengang teguh prinsip kejujuran. Para kurir ditegaskan untuk tidak membuka paket yang akan diantarkan. Selain itu, mereka juga memegang teguh prinsip ramah lingkungan. Bahkan, untuk media promosi, mereka pun hanya menggunakan media sosial tanpa mencetak flyer, spanduk, poster, dan lain sebagainya.
Jasa kurir bersepeda sebenarnya sudah ada sejak dulu, PT Pos Indonesia pun dulu menggunakan sepeda untuk mengantarkan paket dan surat-surat. Tapi, seiring perkembangan zaman, jasa kurir sepeda ini mulai ditinggalkan.
sumber. Republika

0 Komentar untuk "Sepeda Alternatif Pengiriman Paket di Jakarta"